Posted by: yudhos | September 3, 2008

IT Outsourcing and IT workers paradigm

Sudah menjadi fakta bahwa IT saat ini merupakan komoditas, IT tidak hanya dimiliki oleh sebuah domain untuk kalangan tertentu, semua orang sangat dimungkinkan bisa menguasai IT atau dengan kata lain menjadi IT worker. Outsourcing adalah istilah yang sangat trend saat ini, outsourcing dapat berarti menggunakan jasa pihak ketiga untuk melakukan fungsi fungsi tertentu dalam perusahaan, tentunya fungsi tersebut bukanlah “core” dari bisnis perusahaan. apa korelasinya antara IT menjadi komoditas dengan IT worker dan outsourcing ?, ketika sesuatu menjadi komoditas, sudah pasti demand untuk hal tersebut tidak terlalu besar, artinya dahulu ketika IT hanya dikuasai oleh tenaga insiyur lulusan IT, mereka menjadi sangat mahal karena jumlahnya belum banyak. namun kenyataan sekarang sudah jauh berbeda. sehingga perusahaan lebih memilih untuk mengecilkan resiko menjadikan IT worker sebagai pegawai tetap. dengan begitu dari sisi perusahaan bargaining mereka sangat kuat, nah tinggal IT workernya bisa tidak bersaing dengan agensi atau pihak outsource lain.

that’s all.


Responses

  1. Untuk memenangkan kompetisi, IT worker harus terus meningkatkan kapabilitas mereka dan terus berinovasi.

  2. untuk dapat menjadi IT worker yang handal memang peltihan-pelatihan terhadap perkembagan teknologi yang baru harus dilakukan agar mereka bisa bersaing dengan sehat dalam memperebutkan perusahaan yang ingin memakai jasa mereka.

  3. ya, sebaiknya perusahaan vendor yang menangani banyak SI perusahaan harus lebih mengerti maksud perusahaan. Agar tidak ada miskom lagi. klo perlu, dibuat miniatur SI dulu.

  4. Sangat setuju dengan penulis bahwa penggunaan jasa pihak ketiga untuk melakukan fungsi fungsi tertentu dalam perusahaan tidak melibatkan “core” dari bisnis perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan tidak mengalami ketergantungan terhadap vendor, dimana vendor seringkali tidak memahami atau tidak bercara pandang bisnis tersebut. ^^,

  5. apakah outsourcing selalu merupakan ancaman bagi SDM?

  6. Jika begitu, Orang TI indonesia harus punya sertifikasi yang kuat selain ijazah sarjana..sertifikasi tersebut harus bertaraf internasional…hanya dengan begitu kita bisa menyeimbangi paradigma ini


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: